fbpx

Ilmu itu ibadah

Seri: Adab Penuntut Ilmu Terhadap Dirinya

Dasar yang paling pokok dalam mencari ilmu , bahkan di semua yang Allah ‘azza wa jalla perintahkan itu adalah kamu memahami bahwa ilmu itu adalah ibadah. Dikatakan ilmu itu sebagai ibadah karena dalam penerapan ibadah itu harus dengan memiliki ilmu. Hal ini berdasarkan firman Allah ‘azza wa jalla:

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِینَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ ( محمد ١٩)

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

Berkata sebagian ulama :

العلم صلاة السر وعبادة القلب

Ilmu itu shalat rahasia dan ibadah hati.

Ilmu itu ibadah seperti halnya shalat itu ibadah. Ilmu itu dikatakan ibadah hati karena ilmu diperoleh melalui pentadabburan dan perenungan dengan hati.

Atas dasar inilah, sesunguhnya syarat ibadah yang bisa diterima Allah ‘azza wa jalla adalah harus disertai dengan ikhlas ( Memurnikan niat untuk Allah saja ). Dalilnya adalah :

Pertama : Q.S : Al-Bayyinah : 5

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ. ( البينة : 5 )

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Kedua : Hadits Ahad dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه ، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : (إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله ، فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها ، أو امرأة ينكحها ، فهجرته إلى ما هاجر إليه ) رواه البخاري ومسلم في صحيحهما .

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diantara faidah hadits diatas adalah :
• Niat itu tempatnya di hati, sedangkan melafadzkannya merupakan bentuk bid’ah.
• Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan maksudnya
• Perbedaan antara ibadah dan kebiasaan itu terletak pada niat

Seandainya ilmu ini kehilangan ikhlas, niscaya ilmu ini akan berubah dari yang asalnya berupa ketaatan yang paling utama menjadi bentuk penyimpangan yang paling jauh. Dan tidak ada yang merusak dan menghancurkan ilmu kecuali penyakit riya; baik itu riya syirik ( mengerjakan suatu ibadah karena mengharap ridha Allah dan pujian orang lain ) maupun riya ikhlas ( mengerjakan suatu ibadah karena orang lain ), dan sum’ah ( dimana seseorang mengatakan agar orang lain mendengarnya : Saya telah mengetahui perkara ini dan saya telah menghafal dalil ini ).

Bersambung ke bagian kedua.

Ditulis dengan rujukan utama kitab :

حلية طالب العلم للشيخ بكر بن عبد الله أبي زيد حفظه الله

dengan beberapa tambahan dan sedikit perubahan – Sofwan, BA

Leave a Comment

Mulai Chat
Akh Ukh butuh info detailkah?
Assalamualaikum. Adakah yang bisa saya bantu?